Angka Kasus Covid-19 di Dunia Sudah Tembus 200 Juta di Tengah Penyebaran Varian Delta

Jakarta - Pada Rabu (4/8), kasus virus corona di seluruh dunia melampaui angka 200 juta, menurut data Reuters, ketika varian Delta yang lebih menular mengancam wilayah dengan angka vaksinasi rendah dan mengguncang sistem kesehatan.

Lonjakan worldwide kasus Covid-19 mempertegas kesenjangan angka vaksinasi antara negara kaya dan miskin. Kasus meningkat di sekitar sepertiga negara-negara di dunia, di mana banyak di antara negara-negara ini bahkan belum memberikan vaksinasi satu dosis kepada penduduknya.

Dilansir Reuters pada Kamis (5/8), setidaknya 2,6 persen dari populasi dunia telah terinfeksi sejak pandemi dimulai, dengan angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena tes Covid terbatas di banyak tempat.

Menurut analisis Reuters, jika jumlah orang yang terinfeksi adalah sebuah negara, itu akan menjadi negara dengan populasi terpadat kedelapan di dunia, di belakang Nigeria.

Menurut analisis tersebut, butuh setahun lebih kasus Covid mencapai angka 100 juta, sementara 100 juta berikutnya dilaporkan hanya dalam waktu enam bulan. Pandemi telah menewaskan hampir 4,4 juta orang.

Negara-negara yang melaporkan kasus terbanyak dalam rata-rata tujuh hari - Amerika Serikat, Brasil, Indonesia, India, dan Iran - mewakili sekitar 38 persen dari semua kasus global yang dilaporkan setiap hari.

Amerika Serikat menyumbang satu dari setiap tujuh infeksi yang dilaporkan di seluruh dunia. Orang yang tidak divaksinasi mewakili hampir 97 persen kasus parah di AS, menurut Satgas Covid-19 Gedung Putih.

Negara-negara di Asia Tenggara juga melaporkan lonjakan kasus. Menurut analisis tersebut, kawasan ini melaporkan hampir 15 persen dari kasus international setiap hari.

Indonesia, yang menghadapi lonjakan pesan kasus Covid pada Juli, melaporkan paling banyak kematian rata-rata dan melampaui angka 100.1000 total kematian pada Rabu. Negara ini menyumbang satu dari setiap lima kematian yang dilaporkan di seluruh dunia setiap hari.

Setelah dihantam wabah terburuk pada April-Mei, India kembali mencatat tren lonjakan kasus. Jumat lalu, India melaporkan 44.230 kasus baru, terbanyak dalam tiga pekan, memicu kekhawatiran gelombang ketiga.

Di kota Wuhan, China, di mana virus pertama kali muncul pada akhir 2019, melakukan tes massal 12 juta penduduknya setelah mengonfirmasi kasus domestik pertama varian Delta. Kota ini tidak melaporkan satu kasus word play here sejak pertengahan Mei tahun lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia Sudah Lampaui Singapura Sebagai Negara Diplomatis Berpengaruh di Asia Tenggara

Jokowi Meminta Masyarakat Untuk Datangi Tempat Vaksinasi Booster Bagi Yang Sudah 2 Kali Lakukan Vaksinasi

Presiden Bostnawa Mokgweetsi Terinfeksi Virus Covid-19, Usai Lakukan Tes Rutin